Laman

Jumat, 01 Februari 2013

MY CHEMICAL ROMANCE FALL IN 13





Matahari mulai muncul dari tempat peraduannya, di ufuk timur itu cahayanya bagaikan emas yang menyinari alam semesta ini, semirir angin menambah hangatnya suasana pagi. Ku lihat bayanganya berlari-lari untuk menerima hukuman dari pak muad. Guru penjaga gerbang sekolah yang paling disiplin. Sosok itu adalah Tifatul Rahman. Kakak kelas yang sangat perhatihan sama adik kelasnya, wajahnya tampan sehingga dapat menarik hati jutaan kaum hawa. Saat pemilihan kakak kelas favorit dialah kakak kelas yang mendapat fans paling banyak karena kebaikan, wibawa dan kebijaksanaannya. 

Saat sekolah mengadakan agenda acara. Tifatul adalah sosok yang dapat menyulap suasana yang hening menjadi lebih bersemangat, motivasi-motivasi yang diberikan selalu mengena jiwa. Mulai detik itu, aku kagum padanya, ternyata selama ini. apa yang dikatakan teman-temanku… benar, kakak kelas yang benar-benar disegani oleh adik kelasnya. Tifatul lebih 2 tahun dariku, dia duduk di SMA kelas 3. Setelah acara itu selesai banyak temen-temen yang mau mintak fotonya, no hp, no sepatunya dan lain-lain sehingga membuat hati ini miris melihatnya. Rasanya aku pingin berteriak jangan ganggu kakakku. Tapi siapalah a…ku ????...
 Dia hanya tersenyum ramah menanggapi semua wanita dengan sikap yang tak mau di foto.
Setiap pagi tak kunjung-kunjungnya banyak gadis-gadis penggoda lalu lalang di kelas  XII J. kelas itu tepat berada di samping kelas ku. Sebuah surat, coklat, gulali selalu datang setiap pagi dan  kak Tifatul menolaknya dengan lembut dan sederhana agar tak menyakiti hati para wanita itu. Di kelasku hampir semua mengaguminya. Tapi, yang paling aktif adalah Rina dan Ika. Mereka berdua tak pernah ketinggalan untuk mencari berita tentang lelaki pujaannya yaitu Tifatul. Sampai-sampai berani bertaruh bahwa mereka akan mendapatkan Tifatul.

Mulai dari makanan, tempat tanggal lahirnya, hobby, cita-citanya, berangkat jam berapa, sampai di sekolah jam berapa. Semua tak pernah terlewat oleh mereka berdua. Saat mereka bercerita kepada aku. Aku hanya gigit jari karena melihat betapa sungguh-sungguhnya mereka ingin mendapatkan Tifatul.

Jam istirahat pun berdering,……kring….kring…kring…
Dari pojok ke pojok semuanya keluar kelas. ada yang ingin ke kantin, ke perpus , ke ruang lababuraturium, ruang computer, duduk-duduk di bawah pohon yang rindang dan lain-lain. Sedangkan, aku selalu nongkong ke perpustakaan untuk membaca buku. Mulai dari Novel islami, buku islami, pengetahuan umum selalu ku lahap habis. Saat itu, tak ku sangka yang duduk di pojok adalah Tifatul. Rasanya hati ini ingin sekali menghampirinya, minta fotonya tapi apa dayanya  a k u ………
Dia sedang membaca buku islami tentang Pergaulan antar pria dan wanita.
….
Hari ini adalah hari yang bahagia karena sinar mentari tersenyum dengan ceria, burung-burung mendendangkan lagu secara sahut menyahut, tumbuhan-tumbuhan seakan-akan melambaikan tangannya kepada ku.

Hari ini adalah  hari pembagian rapot semester pertama. Bunda dan Ayah akan mengambilnya. Hati ini berdegup kencang karena siapa yang mendapat peringkat umum pertama akan mendapatkan piala penghargaan murid teladan dari kepala sekolah dan harus naik ke atas podium untuk memberikan kata singkat atas keberhasilannya.

Acara pun di mulai. aku duduk di samping bunda dan ayah. Pembawa acaranya tak lain dan tak bukan adalah Tifatul Rahman. Setelah sambutan demi sambutan terlewati maka masuklah pada acara puncak, hati ini mlah berdegup dengan kencangnya sekujur tubuh menggeluarkan keringan dinginnya.

Tak lama kemudian………..
Tifatul memanggil nama ananda Faza Kamila, bunda dan Ayah tersentak kaget dan mereka merasa bahagia karena anaknya mendapat piala penghargaan murid teladan. Pada saat itu, Tifatul juga memberikan selamat untukku, aku senang dengan perhargaan yang di berikan sekolah  dan senang mendapatkan ucapan selamat dari kakak kelas yang paling favorit tahun ini.
….
   
Beberapa bulan berlalu sikap kakak kelas yang paling di kagumi berubah 1800 , semakin pendiam, wajahnya tak memberikan suatu sinar yang ceria, dan jarang manggung di atas podium. Saat itu, Ika dan Rina juga tak tahu kenapa sang pujaan hatinya seperti itu, semua telah berubah…….

Tifatul yang paling di kagumi ternyata luntur, gadis-gadis penggoda mulai sirna. Setiap pagi, surat , coklat, gulali tak sebatang hidung pun lewat di depan kelas ku.  Saat itu aku menjadi gadis yang paling aktif  mencari berita mengapa Tifatul yang paling di kagumi ternyata seperti itu.

Tak seperti biasanya, aku pulang melewati rumah Tifatul. Aku tanyakan kepada sahabat Tifatul yaitu kak Azzam kakak kelas yang masih sepupu dengan ku yang rumahnya berdekatan dengan kak tifatul. Entah tak tahu kenapa aku senekat itu.
Sampai 1 jam, Kak Azzam tak mau menceritakannya, Akhirnya aku putuskan untuk pamit pulang karena tak menemukan berita yang ku cari dan sudah hampir sore.
Sesampai di rumah aku langsung menuju ke kamar. Tanpa ku sadari HP ku berdering ternyata sms dari kak Azzam.
“Adikku, bukan bermaksud hati, kakak seperti ini. Kakak tak mau adik bersedih hati mendergar berita ini karena kakak tau apa yang ada dalam hatimu.

Aku kaget mendengar semua itu. Dalam benakku, aku sungguh kasihan kepada kak kelas yang paling di kagumi itu. Entah kenapa rasa itu muncul dengan tiba-tiba. Mulut ku komat-kamit sendiri 
Memang aku siapanya dia ?.... dalam hati ku seperti itu.
Tapi, aku juga tak dapat mengkhianati hati ini, Aku sungguh kasihan padanya.

Tak lama kemudian, bunda menghampiriku di dalam kamar. Dan menanyakan “ Ada apa nduk ? kok tak seperti biasanya. Aku rasanya ingin menangis di dekapnya. Tapi aku sembunyikan lelehan air mata ini. Dan ku hapus cepat-cepat butiran air mata. Nak, bunda lebih tahu dari pada kamu. Karena bunda telah mengasuhmu sejak kecil, tahu sikapmu, marahmu, tangismu, dan rahasia yang tlah engkau sembunyikan.

Saat itu bunda mendekapku, dan aku menagis sejadi-jadinya. Dan mencerita semua isi hatiku kepadanya sambil mengulurkan puisi-puisi indah yang slalu ku tulis. 

My chemical Romance fall in 13

andainya cinta dapat kuberi nama
akan ada namanya disana
andainya rindu dapat kutitipkan lewat kuntum bunga
maka tak cukup sejuta bunga membawanya

perihnya rasa merindui
dahsyat menggetarkan di setiap sel
mata pikiran terus terjaga
hati tak jemu melukis senyumnya

bagai ribuan atom meledak tepat di jantung
merapuhkan dan menguatkan dalam satu waktu
bagai terhantam beton
dengan tumbukan lenting sempurna, kontinum nol

berawal tanpa momen dipol
melejit menjadi senyawa polar
tak lagi menjadi asam lemah
menuju ikatan hidrogen

realitas bukan dongeng
miris tapi masih fantastis
takdir hanya milik Ilahi
Sang pereaksi kimia terhebat telah dan selalu menang!!!

kapal sudah tak pernah menurunkan sauh
melanjutkan ekspedisi bersama sang waktu
tak lagi tampak jutaan pisces
tuk mengganti sel-sel yang telah mati

kini, betapa sulitnya membaca kompas kehidupan
tak tahu kemana harus menapak
mengacaukan logika akal
melemahkan sinyal inert


hatiku tinggal separuh
separuh yang lain telah hancur dalam cinta maya
dan puing hati yang tersisa
buram ternoda

ku berjalan perlahan
tertatih tersaruk terjatuh
kuatkan asa tuk tetap melaju
aku merangkak lututku goyah
darah merembes menetes perih membasahi pori-pori

aku letih, dahaga, kering
ingin membasuh diri di telaga kasihMu
kembali menikmati hangatnya cintaMu

Ya Rabb...
dengan cintaMu
izinkanlah aku mengirim seuntai doa
demi kebahagiaan..sang nakhoda

Dengan lembut kemudian bunda membelaiku dan bertutur,” Nak, mencintai seseorang adalah hal yang wajar, itu adalah sebuah naluri setiap makhluk ciptaan-Nya. Tapi jangan sampai rasa cinta itu tidak kita tempatkan pada tempatnya. Sehingga, kita dekat dengan murka-Nya bukan mendapat cinta-Nya. Jika Tifatul memang jodohmu maka tak akan kemana-kemana. Karena Yang Maha Adil telah mengatur semuanya. Bahwa, jodoh, ajal, dan rezeki semua sudah di atur dan sudah di tulis dalam kitab lauhul mahfud-Nya. Wahai putriku, Tugas kamu bukan mencari tahu tentang dirinya, akan tetapi mensho-lih-kha-kan diriku nak
Ini sayang ada sebuah ayat dalam al-qur’an “wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). … (TQS. An-nur : 26)”

Setelah mendengarkan tutur bunda lelehan air mata sedikit demi sedikit mulai memudar, aku beristigfar kepada-Nya, betapa bodohnya aku ini karena Sang Pemilik Hidup ini telah mengatur sedemikian rupa  yang terbaik untuk hamba-hambanya. Lalu ku ambil tetesan air wudhu dan siap-siap untuk sujud menghadap-Nya. Dalam pengucapan do’a tetesan air mata mengalir derasnya.
“Ya Allah…..hamba tak berhak berada di surga-Mu tapi hamba juga tak sanggup berada di neraka-Mu. hamba tak sanggup ya Allah jika tubuh yang Engkau titipkan ini harus Engkau cabik-cabik dalam neraka-Mu. Mulut, tangan, kaki ini akan berbicara di hadapan-Mu lantaran dosa-dosa yang banyak. yang telah hamba lakukan, alangkah malunya wajah ini  Ya Allah. Karena hanya 5 kata yaitu C-I-N-T-A yang membuatku lalai akan adanya Engkau. Ya Allah, maafkanlah aku Ya Allah. Ku beristigfar kepada-Nya tak henti-henti”.
…..
8 tahun ke depan
setelah aku lulus kuliah, dan mendapat kerja yang mantap. Bunda menyuruhku untuk segera menikah, karena sudah 6 kali aku selalu menolak pinangan,  lantaran karena masih sekolah, belum mantap dan tak ingin mengulang lagi masa lalu yang kusam.

Keesokan harinya…..
Saat bunga-bunga mulai bermekaran, embun-embun pagi mulai lenyap, matahari mulai muncul dari tempat peraduannya, burung – burung berkicau riang.


Bunda dan ayah memanggilku…..,
gimana nduk ada seorang anak laki-laki  yang mau menikahimu.
Dan ku jawab dengan riang dan ramah “nanti sajalah,  Yah… kalau sudah memberangkatkan ayah dan bunda naik haji????......

Nduk, ayah tau perasaanmu. Tapi, alangkan malunya ayah jika menolaknya, karena sudah 6 kali ayah selalu menolak seorang pemuda yang hendak menikahimu, coba engkau lihat dulu.
iya ayahku ? jawabku
yach…gitu dong, anak ayah???...
…..
Gimana Le.. ? itu anak bapak, tapi bapak tidak bisa memutuskan karena keputusan itu harus saya tanyakan dulu pada anak bapak.
Inggih pak, mboten-mboten napa-napa ?.......(iya pak, tidak apa-apa?)
Dalam hatiku, aku ingin sekali berteriak keras-keras tolong ayah bilang “i-y-a” pada kak Tifatul.
….
Tak lama kemudian ayah menyampaikan kabar itu kepada kak Tifatul bahwa ayah menerimanya. Dan kak Tifatul bersama anggota keluarganya datang ke rumahku untuk menanyakan kapan akan berlangsungnya hari yang bahagian itu.
….
detik- detik kemilaunya tlah memancar, Suara sholawat nabi begitu menggetarkan hati ini, malaikat-malaikat turun untuk meyaksikan, tiang-tiang arsy tergontang mendengar ucapan Dr.Tifatul Rahmat mengucapkan ikrarnya, lelesan air mata terpancar pada bunda, ayah, sanak saudara  karena begitu senang dan bangganya.

Setelah acara itu selesai……….
alhamdulillah, janjiku pada ayah dan bunda tertepati. kami naik haji bersama-sama. Lantunan asma Allah mengantarkan kami menuju rumah-Nya  yang suci yaitu Ka’bah.




0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More